Kuliah Umum DR. Rizal Ramli, Merawat Ruang Publik Merenda Lokal Wisdom

Cirebon, 08 Mei 2018.
Bertempat di Aula Gedung Serbaguna Unswagati Kuliah umum yang akan diberikan oleh Bapak Dr. RIzal Ramli dengan tema "Merawat Ruang Publik Merenda Lokal Wisdom" namun sebelum acara puncak dimulai terlebih dilakukan penandatanganan berita acara dewan pakar sosial politik kajian publik Unswagati dengan Dr. Rizal Ramli. setelah penandatanganan berita acara dilanjutkan dengan penulisan kesan dan pesan dari Dr. Rizal Ramli untuk acara kuliah umum di Unswagati.

sebagai bentuk apresiasi penyerahan plakat dan cendera mata dari Unswagati yang diberikan oleh Dekan FISIP didampingi Warek 3.

hadir dalam acara tersebut Para Wakil Rektor, Dekan FKIP, Dekan FISIP dan Dekan FE. Aula Unswagati yang memiliki lantai dua itu penuh sesak oleh para peserta kuliah umum, tampak dari mereka semua dosen dan mahasiswa sangat antusias mengikuti acara dan mendengarkan kuliah umum dari Dr. Rizal Ramli.

Setelah selesai rangkaian acara seremoni maka dilanjutkanlah pada acara inti yaitu kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Rizal Ramli. berikut adalah catatan selama penulis mengikuti kuliah umum beliau.

Dalam era global seolah-olah semua harus homogen, harus sama tapi untuk beberapa negara justru budaya berbeda menjadi kekuatan,  seperti negara cina,  jepang,  Vietnam, Indonesia, justeru kuat dengan perbedaan budaya.

Ironinya akibat global anak-anak muda merasa tertinggal dengan budayanya,  mereka tidak sadar bahwa akibat dari standarisasi malah terasa bosan, seperti halnya kita makan di MCD, Kentuky, bukan membosankan makan itu-itu saja ? globalisasi pada dasarnya hanya nyontek dari budaya yang ada dan manfaatnya hanya adiktif. berbeda dengan inovasi budaya kita buat sintesa dari lama dan baru hasilnya eksponensia.

saat ditanya tentang berita soal hutang oleh salah seorang mahasiswa Dr Rizal ramli menjawab sebetulnya itu bukan saya yang nantang tapi sebetulnya itu dari presiden Jokowi, justeru beliaulah yang mempersilahkan jika ada yang meminta penjelasan tentang hutang, ya saya sambut.

Kondisi negara kita saat ini sekarang yang menikmati tidak ssemua hanya, 20% masyarakat yang menikmati yang paling atas kemudian  40% ditengah adalah pas-pasan dan yang 40% kebawah belum menikamti arti kemerdekaan. Tugas negara adalah terhadap yang  40% yang belum bisa menikmati kemeerdekaan.

sudah 4o tahun lalu negara asia sama miskinnya, bahkan cina hanya 50% dari indonesia, kenapa 45 tahun kemudian pendapatan rakyat indonesia hanya 3800$ per orang, kenapa koreka sudah 10x dari kita, Kenapa malaysia 10.000$, Thailan 6 sampai 7x dari kita, dan Vietnam sekarang mengalahkan kita.

Kenapa Cina yg dulu miskin lebih dari kita sekarang nomor 2 negara dengan ekonomi terkuat di dunia? Apa sebab kita tertinggal? Itu dikarenakan karena Korupsi,  1/3 bisa dibenarkan, itu penjelasan paling mudah dan awam. namun ada yang paling fundamental bukan hanya korupsi tapi  pimpinan yang berani , rakyat yang berani.

negara yang pimpinananya penakut, dan rakyat tidak mau berubah, tidak ada inovasi akhirnya menjadi biasa-biasa saja.

Vietnam kenapa bisa berubah ? Vietnam masyarakat yang mengerti organisasi sehingga ia mampu mengusir amerika dan prancis, karena Vietnam ekonomi lebih baik dari indonesia
Ekspor barang elektronik lebih tinggi dari Indonesia. hal lainnya adalah karena Vietnam memiliki pemimpin yang berani dan mengerti organisasi. Jika kita memiliki pimpinan yang tidak berani melakukan perubahan maka kita akan jadi biasa-biasa saja

saat ini yang sedang menjadi pembicaraan soal tenaga kerja asing. Indonesia tidak butuh buruh kasar, Indonesia tidak butuh tenaga pendidik, mungkin tenaga ahli dan spesiliastik butuh. Saat ini negara kita membiarkan TKA, karena pjmpinan tidak berani negosiasi.

Ekonomi Indonesia sejak order baru tidak bisa tumbuh 4,5%, Saat tumbuh over heating hutang kebanyakan Itulah penjelasan knp yg mengikuti neo liberalisme tidak pernah tumbuh diatas 6,5%
Karena jika tumbuh diatas 6,5 dia perlu hutang, Jika hutang banyak maka jadi masalah.

Sumber korupsi terbesar adalah politik saya pernah di penjara 1,5 di Sukamiskin, Buku kami yg dibuat tidak pernah diedarkan, akhirnya di terjemahkan ke 8 Bahasa, 22 tahun Rizal ramli Sudah dikenal di Indonesia. Kami generasi pergerakan, dipenjara dulu baru jadi pemimpin, terbalik dengan jaman sekarang, jadi pimpinan dulu baru dipenjara.

Yg terjadi saat ini adalah Criminal democrasi atau demokrasi kriminal, karena 300 pimpinan daerah dari 332 bupati atau walikota dipenjara, DPR, DPRD karena sistem yang rusak. Orang yang baik juga bisa jadi rusak.

Contoh budaya Singapura dan Batam, bisa berbeda hanya durasi beda 40 menit saat menyebrang, orang saat ada di singapure mana ada yang berani melanggar aturan sembarangan ? tapi coba naik perahu ke batam sesampainya disana orang singapure nyapun ikut-ikutan melanggar, itu jawabannya sederhana karena sistem, jika kita mau maju kuatkan dulu RULE OF LAW. Seharusnya saat ini hukum berlaku untuk siapa saja termasuk untuk kasus hoax. jika hukum adil Indonesia akan lebih baik. tapi jika milih-milih makin lama kita akan makin mundu.

Apa yang harus dilkukan ?
Mungkin tidak berubah ?
Yakinkah kita bisa berubah ?

jawabannya sederhana, 100 hari pertama saya akan tangkap 100 orang paling brengsek, Saya akan kirim ke pulau malaria. jika saya jadi Presiden di 2019.

yang ke 2. Harus rubah sistem demokrasi, apa yang terjadi, karena partai politik disuruh nyari duit sendiri. Seperti di Amerika, Disana tidak masalah karena sudah kaya raya. Rakyat nyumbang ke partai tapi di Indonesia belum bisa seperti itu kita masih banyak rakyat miskin kok suruh nyumbang partai. akhirnya yang terhadi mereka nyolong rame-rame di APBN, APBD, di BUMN, ngakunya buat Partai padahal Hanya 10% untuk partai sisanya masuk kantong pribadi. Demokrasi krimimal tidak akan membawa kemakumran untuk rakyat kita. Partai politik tidak boleh nyari uang di tahun 2019. Biaya partai 40T pertahun, tapi sekarang  total yang dicolong 75T saat ini.
saat kita sudah membiayai partai tinggal cari pimpinan yang amanah dan kompeten. Sehingga didapatkan bupati dan gubernur yg amanah.

3. Modal pembangunan Karena tergantung hutang tidak akan pernah bisa tinggi, Saya buktikan saat menjadi menko, kami naikan jadi 4,5% Satu-satunya pemerintahan yg megurangi hutang negara hanya pemerintahan Gusdur. debt is paid with nature hutang dibayr dengan alam. Ada cara-cara mengelola hutang yang inovatif dan kreatif sehingga bisa dkurangi. Bisakah indonesia maju seperti negara lain? Bisa asal mau berubah.

Sumber : yons